Bungkam City, Liverpool Melangkah ke Semifinal Liga Champions

Klub lain mungkin boleh melihat Manchester City sebagai klub mengerikan lewat racikan luar biasa Pep Guardiola. Namun tanyakan itu pada Juergen Klopp dan Liverpool-nya yang akhirnya membungkam City sebanyak dua kali berturut-turut di babak perempatfinal Liga Champions 2018. Melangkah mantap dengan kepala tegap, City ternyata bukanlah apa-apa di hadapan Liverpool hari Rabu (11/4) dini hari WIB kemarin.

 

Sebetulnya selama pertandingan berlangsung, City memang ngotot memutus rantai kekalahan mereka atas Liverpool. Bermain di hadapan para pendukungnya, Citizens membuat kejutan saat pertandingan baru berjalan dua menit lewat gol Gabriel Jesus. Semakin nyaman, City pun bermain dengan dominan dan menciptakan berbagai peluang dengan terus menekan The Reds. Bergantian mulai dari Leroy Sane, Bernardo Silva hingga De Bruyne yang masih bisa diantisipasi kiper Loris Karius.

 

Mimpi buruk mulai muncul saat gol yang dicetak Sane di menit ke-43 yang dianulir wasit karena sudah offside. Babak kedua dimulai dengan ambisi besar City untuk mengukir kemenangan. Namun mental mereka mendadak hancur saat Mohamed Salah mencetak gol di menit ke-57 sehingga skor jadi 1-1. Liverpool kembali menunjukkan keperkasaan mereka di menit ke-77 lewat gol Roberto Firmino.

 

Mohamed Salah Bukti Kualitas Liverpool

 

Dibandingkan semifinalis lainnya, Liverpool memang termasuk tak diunggulkan. Namun bagi Klopp, dirinya yakin jika anak asuhnya layak lolos. Penampilan luar biasa yang diperlihatkan di stadion Etihad seolah membuktikan kualitas mereka.Meskipun dalam pertandingan leg kedua, penguasaan bola sebanyak 71% dimiliki City, tapi Liverpool mampu menang.

 

“Anak-anak menemukan solusi di babak kedua. Kami sudah melalui pusaran angin. City mengambil resiko dengan susunan pemain bandar togel terbaik mereka. Kami benar-benar layak untuk berada di semifinal. Kami mencetak lima gol ke gawang City dan cuma kebobolan satu,” ungkap Klopp bangga seperti dilansir situs resmi UEFA.

 

Dan jika bicara siapakah sosok yang juga luar biasa selama perjalanan Liverpool ke babak semifinal, maka nama pemain asli Mesir bernama Mohamed Salah akan keluar. Dalam leg kedua, Saleh bahkan mampu mengangkat mental juang rekan-rekannya usai melesakkan gol ke gawang City yang membuat skor imbang 1-1.Selain memuji Salah, Andy Robertson tak menampik kalau kemenangan ini sangatlah istimewa, “City adalah tim terbaik di liga kami, berlari paling depan. Mereka sudah menatap juara, saya mengapresiasi itu. Tapi dalam dua leg ini, kami membuktikan kalau kami lebih baik.”

 

Lolos Semifinal, Liverpool Dinilai Sulit Juara?

 

Bukan cuma bahagia bisa menyingkirkan City, Liverpool rupanya juga senang karena AS Roma berhasil mengalahkan Barcelona. Hal ini juga dirasakan mantan kapten Liverpool, Steven Gerrard yang menilai kalau kandasnya langkah Barca bisa membuat kepercayaan diri Liverpool membumbung sehingga peluang meraih trofi Liga Champions 2018 makin besar. Meskipun begitu, bek Liverpool, Dejan Lovren berharap timnya tidak berjumpa Real Madrid di babak semifinal.

 

Hanya saja Louis Van Gaal justru memiliki pendapat berbeda. Pria asal Belanda yang membawa Ajax Amsterdam meraih juara Liga Champions 1995 itu menilai jika Liverpool dan Roma tak akan bisa menjadi juara. Kendati kedua tim sukses mengalahkan favorit juara, Van Gaal yang berkomentar sebagai analisis pertandingan di saluran olahraga TV Belanda menilai kalau Madrid atau Bayern Munich lebih punya peluang juara. Hal ini dikarenakan dua klub raksasa asal Spanyol dan Jerman itu punya kemampuan invidu yang lebih baik dibandingkan Liverpool atau Roma.

Delapan Fakta Menarik Setelah Marquez Menang di Ajang MotoGP Amerika

Sejumlah fakta yang menarik tercipta usai Marc Marquez, pebalap Repsol Honda, menang balapan ajang MotoGP Amerika Serikat bertempat di Sirkuit Austin, Senin (23/4) dini hari WIB.

Fakta Menarik Kemenangan Marquez

Marquez sendiri pasalnya berhasil meraih kemenangan pertamanya di MotoGP 2018 dengan mengalahkan Maverick Vinales, pebalap Movistar Yamaha, dan pebalap Andrea Ianonne, pebalap Suzuki pada ajang balapan MotoGP Amerika.

Di bawah ini ada delapan fakta menarik setelah ia menjuarai MotoGP Amerika yang berhasil dikumpulkan dan dilansir dari CNN Indonesia.

  1. Untuk kali keenamnya secara beruntun, Marquez meraih pole dan sekaligus memenangkan ajang MotoGP Amerika Serikat.
  2. Sejak promosi ke kelas MotoGP pada tahun 2013, ia menyapu bersih kemenangan balapan yang berlangsung di Amerika Serikat: yang enam ajang di Sirkuit Austin, tiga di Sirkuit Indianapolis dan satunya di Laguna Seca.
  3. Kemenangannya di MotoGP Amerika Serikat ini berhasil membuat total kemenangan yang Marquez dapatkan sebanyak 62 kemenangan pada ajang balap motor Grand Prix dengan detail sebagai berikut: 36 buah kemenangan di MotoGP, 16 kemenangan di kelas Moto2 dan sepuluh yang lainnya di kelas Moto3.
  4. Marquez sendiri meraih kemenangan pertama pada MotoGP musim ini, sekaligus juga kemeangannya yang pertama sejak dirinya memenangi MotoGP Australia tahun 2017 tepatnya 22 Oktober 2017.
  5. Marquez jadi pemenang ketiga yang berbeda pada MotoGP 2018 setelah Andrea Divizioso yang berasal dari Ducati menjadi pemenang di MotoGP Qatar dan juga Cal Crutchlow dari LRC Honda di ajang MotoGP Argentina.
  6. Maverick Vinales untuk kali pertamanya, sejak ajang MotoGP Australia 2017 meraih posisi podium pada MotoGP.
  7. Andrea Divizioso pertama kali meraih podium bersama dengan Suzuki. Untuk terakhir kalinya, Iannone naik ke podium pada ajang MotoGP adalah di seri MotoGP Valencia tahun 2016 tepatnya tanggal 13 November 2016.
  8. Kemenangan Marquez pada ajang MotoGP Amerika Serikat membuat lima pebalap cuma terpaut 8 poin di klasemen MotoGP 2018, antara Divizioso sebanyak 46 poin sampai dengan Johann Zarco sebanyak 38 poin.

Cemoohan Penonton Usai MotoGP pada Marquez

Dalam ajang MotoGP ini, penonton mencemooh Marc Marquez , pebalap asal Spanyol, setelah sang pebalap memenangi pebalap MotoGP Amerika Serikat pada hari Senin (23/4) dini hari WIB.

Marquez sendiri berhasil meraih kemenangan MotoGP Amerika dengan mudahnya. Juara bertahan tersebut mengalahkan Maverick Vinales dab juga Andrea Iannone.

Kemenangan Marquez ini sayangnya tidak disambut positif oleh beberapa penonton judi online yang datang di Sirkuit Austin. Pebalap Repsol Honda tersebut mendapatakn cemoohan saat memberi pernyataan di parc ferme dan saat dirinya naik podium.

Ia berusaha menerima cemoohan tersebut dengan sangat santai. Bahkan juara dunia empat kali ajang MotoGP tersebut menganggap cemoohan dari para pentonton itu sesuatu yang lucu. “Cukup berisik, eh? Tapi lucu. Jangan khawatir,” ungkap Marquez dilansir dari CNN Indonesia.

Ia kembali mendapatakan tekanan yang kuat dari penonton yang sebagian besarnya adalah pendukung Valentino Rossi setelah ia menabrak The Doctor pada ajang MotoGP Argentina tepatnya 2 pekan yang lalu.

Dalam babak kualifikasi, Marquez juga sempat mendapatakan masalah dengan Maverick Vinales sehingga akhirnya ia mesti mendapatkan hukuman turun 3 posisi ketika start.

Meskipun start dari posisi keempat, ia menunjukkan dominasinya dan akhirnya sukses mengakhiri balapan dengan kemenangan di tangannya.