Robbie Fowler mengatakan Liverpool Masih Membutuhkan Tropi

Mantan striker Liverpool yakni Robbie Fowler mengatakan klub belum bisa puas jika hanya menyelesaikan empat besar di pertandingan ini dan harus mulai mendapatkan trofi di bawah Jurgen Klopp. Liverpool saat ini memperoleh dua poin di belakang pemimpin Liga Premier Manchester City setelah melakukan 12 pertandingan, dengan kedua belah pihak masih tetap tak terkalahkan bersama dengan Chelsea.

Harapan Robbie Fowler

Sementara itu, tim Klopp berjuang untuk lolos dari Grup C musim ini setelah kehilangan final Liga Champions dari Real Madrid musim lalu, dengan perolehan dua poin4d yang memisahkan keempat tim – Napoli, Liverpool, Paris Saint-Germain dan Red Star Belgrade. Kekalahan Liverpool di Red Star Belgrade membuat keempat tim di Grup C dipisahkan oleh dua pertandingan tersisa dengan perolehan 2 poin.

Fowler mengatakan kepada The Debate bahwa perlawanan semakin tinggi di liga karena mereka mampu untuk memperolehnya. Masalahnya adalah bahwa Liverpool memiliki kemampuan lebih yang bisa ditunjukkan kepada lawan dan fansnya. Fowler mengatakan Jurgen Kloop mampu membentuk tim yang bagus juga hebat, namun ada masalah yang harus dihadapi yaitu Manchester City.Kinerja The Citizens saat ini memang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Ketika ditanya apakah berada di posisi keempat besar klasemen cukup atau tidak, Fowler kemudian menjawab jika itu tidak cukup. Menurutnya, siapa saja yang menjadi pimpinan klub termasuk pemilik, seharusnya memiliki semangat lebih. Dia juga mengatakan bahwa menurut pribadinya, dia ingin meraih lebih, dia ingin tantangan yang lebih. Baginya, capaian dengan hanya menempati posisi empat besar, tidaklah cukup dan itu bukan gayanya.

Melawan Manchester City

Robbie Fowler mengatakan bahwa Manchester City menimbulkan masalah cukup besar saat Liverpool berupaya untuk berpeluang memenangkan piala. Ia mengharapkan agar tetap diingat untuk menargetkan piala yang didapatkannya setelah  memenangkan tim musuh seusai melakukan pertandingan di liga. Dia tahu jika klub boleh saja senang berada di posisi keempat besar atau hanya menargetkan empat besar saja, tapi menurutnya, klub sebesar Liverpool harusnya bisa lebih tinggi lagi cita-citanya.

Fawler juga menjelaskan bahwa seberapa pentingnya memperoleh sebuah tropi. Ia tidak peduli apakah itu Piala di Liga atau lainnya. Orang lain bisa saja meremehkan hal itu, tetapi baginya memenangkan satu trofi saja, itu bisa menjadi hal yang sangat luar biasa. Ketika Anda memikirkan sepakbola dan apa yang bisa Anda menangkan, ada Piala FA, Piala Liga, Liga Primer, dan Liga Champions, hanya empat saja, maka sepakbola akan menjadi hal yang sangat sulit.

Fowler menegaskan bahwa dalam permainan sepakbola, mendapatkan trofi adalah poin yang sangat penting untuk melihat kesuksesan tim. Trofi tersebut sebenarnya tidak hanya fokus pada empat trofi seperti Piala FA, Liga Primer, Piala Liga dan Liga Champions. Hanya saja, sekelas Liverpool seharusnya mendapatkan salah satu trofi di antaranya. Tentu, menjadi empat besar saja tidak cukup jika The Reds inginkan trofi kemenangan.

Upaya lebih keras dibutuhkan Liverpool jika ingin mendapatkan trofi. Terlebih ketika mereka berhadapan dengan Manchester City yang saat ini sedang dalam performa terbaiknya. Man City bisa menjadi masalah serius jika The Reds tidak memperbaiki kinerja pemainnya. Tapi, Liverpool merupakan klub dengan mental juara yang tidak bisa diremehkan begitu saja. Kita akan segera lihat bagaimana Klopp memainkan keahliannya untuk mengatur dan memperkuat komposisi klub.

 

Bungkam City, Liverpool Melangkah ke Semifinal Liga Champions

Klub lain mungkin boleh melihat Manchester City sebagai klub mengerikan lewat racikan luar biasa Pep Guardiola. Namun tanyakan itu pada Juergen Klopp dan Liverpool-nya yang akhirnya membungkam City sebanyak dua kali berturut-turut di babak perempatfinal Liga Champions 2018. Melangkah mantap dengan kepala tegap, City ternyata bukanlah apa-apa di hadapan Liverpool hari Rabu (11/4) dini hari WIB kemarin.

 

Sebetulnya selama pertandingan berlangsung, City memang ngotot memutus rantai kekalahan mereka atas Liverpool. Bermain di hadapan para pendukungnya, Citizens membuat kejutan saat pertandingan baru berjalan dua menit lewat gol Gabriel Jesus. Semakin nyaman, City pun bermain dengan dominan dan menciptakan berbagai peluang dengan terus menekan The Reds. Bergantian mulai dari Leroy Sane, Bernardo Silva hingga De Bruyne yang masih bisa diantisipasi kiper Loris Karius.

 

Mimpi buruk mulai muncul saat gol yang dicetak Sane di menit ke-43 yang dianulir wasit karena sudah offside. Babak kedua dimulai dengan ambisi besar City untuk mengukir kemenangan. Namun mental mereka mendadak hancur saat Mohamed Salah mencetak gol di menit ke-57 sehingga skor jadi 1-1. Liverpool kembali menunjukkan keperkasaan mereka di menit ke-77 lewat gol Roberto Firmino.

 

Mohamed Salah Bukti Kualitas Liverpool

 

Dibandingkan semifinalis lainnya, Liverpool memang termasuk tak diunggulkan. Namun bagi Klopp, dirinya yakin jika anak asuhnya layak lolos. Penampilan luar biasa yang diperlihatkan di stadion Etihad seolah membuktikan kualitas mereka.Meskipun dalam pertandingan leg kedua, penguasaan bola sebanyak 71% dimiliki City, tapi Liverpool mampu menang.

 

“Anak-anak menemukan solusi di babak kedua. Kami sudah melalui pusaran angin. City mengambil resiko dengan susunan pemain bandar togel terbaik mereka. Kami benar-benar layak untuk berada di semifinal. Kami mencetak lima gol ke gawang City dan cuma kebobolan satu,” ungkap Klopp bangga seperti dilansir situs resmi UEFA.

 

Dan jika bicara siapakah sosok yang juga luar biasa selama perjalanan Liverpool ke babak semifinal, maka nama pemain asli Mesir bernama Mohamed Salah akan keluar. Dalam leg kedua, Saleh bahkan mampu mengangkat mental juang rekan-rekannya usai melesakkan gol ke gawang City yang membuat skor imbang 1-1.Selain memuji Salah, Andy Robertson tak menampik kalau kemenangan ini sangatlah istimewa, “City adalah tim terbaik di liga kami, berlari paling depan. Mereka sudah menatap juara, saya mengapresiasi itu. Tapi dalam dua leg ini, kami membuktikan kalau kami lebih baik.”

 

Lolos Semifinal, Liverpool Dinilai Sulit Juara?

 

Bukan cuma bahagia bisa menyingkirkan City, Liverpool rupanya juga senang karena AS Roma berhasil mengalahkan Barcelona. Hal ini juga dirasakan mantan kapten Liverpool, Steven Gerrard yang menilai kalau kandasnya langkah Barca bisa membuat kepercayaan diri Liverpool membumbung sehingga peluang meraih trofi Liga Champions 2018 makin besar. Meskipun begitu, bek Liverpool, Dejan Lovren berharap timnya tidak berjumpa Real Madrid di babak semifinal.

 

Hanya saja Louis Van Gaal justru memiliki pendapat berbeda. Pria asal Belanda yang membawa Ajax Amsterdam meraih juara Liga Champions 1995 itu menilai jika Liverpool dan Roma tak akan bisa menjadi juara. Kendati kedua tim sukses mengalahkan favorit juara, Van Gaal yang berkomentar sebagai analisis pertandingan di saluran olahraga TV Belanda menilai kalau Madrid atau Bayern Munich lebih punya peluang juara. Hal ini dikarenakan dua klub raksasa asal Spanyol dan Jerman itu punya kemampuan invidu yang lebih baik dibandingkan Liverpool atau Roma.

TV Iran Sensor Putting Serigala yang ada di Logo AS Roma

Siapa yang tidak kenal dengan AS Roma? Klub yang bermarkas di Roma ini sudah sering berkompetisi di Liga Serie A Italia. Didirikan pada tahun 1927, tim ini baru 3 kali mendapatkan kemenangan di liga domestic yakni pada edisi pada tahun 1941, 1982, dan yang terakhir pada tahun 2000an. Sementara itu, untuk Coppa Italia, mereka sudah berhasil memborong trofi sebanyak 9 kali sampai sejauh ini. tim Juara Movie ini memiliki logo Serigala dengan bagian putting susu yang terlihat. Namun siapa sangka hal itu menjadi ‘masalah’.

TV Iran melakukan kebijakan khusus dengan menyensor gambar putting susu serigala yang ada di logo kesebelasan Liga Serie A Italia, AS Roma. Memang I Lupi memiliki logo bergambar seekor serigala yang sedang menyusui dua bayi lelaki. Makna dari logo itu diambil dari mitos Remus dan juga Romulus yang mana dipercaya sebagai asal muasal dari kota Roma yang merupakan ibu kota kekaisaran Romawi.

Cerita serigala yang mana menyusui Remus dan Romulus itu akhirnya diabadikan sebagai simbol kebanggaan klub ibu kota negara Italia itu.

Kebijakan dari Voice and Vision TV

Stasiun TV di Iran pun menghadirkan cerita tersendiri ketika menayangkan secara langsung leg pertama perempat final Liga Champions 2017/2018. Dan tepatnya ketika Barcelona menjamu Roma di Stadion Camp Nou pada hari Rabu (4/4) malam waktu setempat. TV Nasional Iran tersebut bernama Voice and Vision TV yang menjadi salah satu stasiun TV yang mendapatkan hak siar menayangkan Liga Champions rupaya tak ingin menampilkan logo Serigala Roma yang seutuhnya.

Voice and Vision TV melakukan sensor di bagian putting gambar serigala itu karena kebijakan ketat dari negara Republik Islam Iran yang tak boleh menampilkan organ vital atau pun gambar yang menurut kebijkan mereka tak patut.

Dapat Sindiran dari Jurnalis Iran

Dalam sesi analisis sebelum pertandingan, logo Barcelona memang ditampilkan di TV itu. namun giliran logo AS Roma, gambar di bagian putting serigala diburamkan oleh stasiun TV itu. sontak saja, kebjikan TV nasional Iran tersebut mendapatkan sindiran dari salah satu jurnalis asal Iran yang berbasis di Denmark. Ia lah Mehdi Rostampour yang menyindirnya lewat media sosial Telegram.

“Dalam 3000 tahun, Remus dan juga Romulusp Cuma kehilangan susu ibu mereka, namun TV Iran juga melarang mereka menyusu dari serigala,” begitu lah tulisan Mehid dari akun Telegramnya, dilansir dari CNN Indonesia.

Yang menarik adalah akun Twitter dari klub AS Roma berbahasa Inggris pun melontarkan cuitan yang menanggapi sensor TV Iran tersebut dengan candaan. Di sana terdapat dua logo AS Roma, yang di sebelah kiri adalah logo AS Roma yang belum tersensor, dan di atasnya tertuliskan IF YOU DON’T LOVE ME AT MY. Kemudian yang kanan, logo AS Roma sudah disensor dan di atasnya tertuliskan THEN YOU CAN STILL LOVE ME AT MY. Candaan seperti ini pasalnya sedang ramai digunakan di Twitter.

Di leg pertama perempat final laga Liga Champions, AS Roma harus dihajar habis sang tuan rumah, Barcelona dengan skor 1-4. Situasi tersebut membuat peluang I Lupi untuk melenggang ke semi final makin tipis saja.

Roma juga harus menang lebih dari 3 gol atau 3-0 atas Barcelona di Stadion Olimpico di leg kedua pada Selasa (10/4) malam waktu setempat apabila mereka ingin lolos ke semifinal.