Pemilu Malaysia Mempertemukan Persaingan Mahatir Mohamad dan Najib Razak

Momen pendaftaran calon PM (Perdana Menteri) untuk Pemilu Malaysia pada tanggal 9 Mei 2018 mendatang telah dimulai. Pendukung-pendukung telah dengan semaraknya meramaikan momen jagoan baik dari kubu Mahatir Mohamad atau Najib Razak saat mereka mendaftarkan diri mereka pada hari Sabtu (28/4) kemarin.

Persaingan Mahatir dan Najib

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, Perdana Menteri Najib Razaka kembali lagu mengajukan diri sebagai Perdana Menteri. Namun kali ini dirinya mendapatkan tantangan yang berat untuk bisa mempertahankan posisinya karena adanya skandal penggunaan dana 1MDB.

Selain itu juga, ia mendapatkan tantangan dari mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahatir Mohamad yang pada tahun 1981 sampai 2003 yang lalu pernah berkuasa.

Walaupun ia dihadapkan dengan banyak tantangan, koalisi BN (Barisan Nasional) yang mana mendukung Najib sangat optimis kalau mereka bisa memenangkan pemilu nanti. Alasan yang mereka berikan adalah karena melemahnya oposisi karena dugaan kecurangan-kecurangan yang ada.

Mengenakan pakaian Melayu tradisional dengan nuansa biru, Najib hari Sabtu kemarin mendaftarkan diri di daerah pemilihannya yakni Pahang. Daerah tersebut menjadi basis dukungan untuk dirinya sejak tahun 1976.

Pendukug-pendukung pun berkumpul dan juga menyanyikan lagu kebangsaan sembari melambaikan spanduk biru yang sejatinya adalah warna koalisi pertahanan dengan tulisan “Kami memilih BN.’

“Ia telah mengembangkan negara kami, mengembangkan negara Islam, ras dan juga negara,” ungkap pendukung Azizah Abdul Aziz pada AFP.

Di sisi yang lainnya, Mahatir sampai di Pulau Langkawi, barat laut Malaysia untuk bisa mendaftarkan dirinya juga. Ia pun memilih berkostum pakaian Melayu tradisional bernuanansa hitam.

Sama seperti Najib, saat Mahatir mendaftarkan dirinya, ia didampingi oleh kira-kira lima ribu pendukung koalisi gadispoker sembari mengibarkan bendera dan bernyanyi.

“Mahatir bisa membantu memperbaiki negara ini,” ungkap salah satu pendukung Mahatir bernama Azizah Mohmad Nasir.

Mahatir sendiri bergabung dengan oposisi sebagai kandidat pertama menteri alternatif karena adanya skandal 1MDB yang mewarnai pemerintahan yang dipimpin oleh Najib.

Skandal tersebut isinya tentang kasus korupsi miliaran dolar dari sistem dana 1MDB yang mana dibangun dan juga diawasi oleh Najib sendiri. Pemerintah AS (Amerika Serikat) menyebutkan bahwa dana yang ‘hilang’ tersebut digunakan oleh oknum untuk membeli sejumlah perumahan mewah dan juga karya seni mahal dari Negeri Paman Sam.

Sebelumnya Malaysia pun menetapkan Pemilihan Umum digelar pada tanggal 9 Mei mendatang dengan pendaftaran calon idntodays pada tanggal 28 April 2018 dan periode kampanya selama 11 hari.

Ada 3 koalisi besar yang ada di Malaysia yakni Barisan Nasional (koalisi berkuasa) dengan jumlah 13 partai, Pakatan Harapan (koalisi oposisi) yang terdiri dari Partai Keadilan Rakyat, Democratic Action Party (DAP), Partai Amanah dan Partai Pribumi. Yang terakhir adalah koalisi Gagasan Sejahtera yang terdiri dari Partai  Ikatan Bangsa Malaysia (Ikatan), Partai Islam Pan Malaysia (PAS), dan Partai Cinta Malaysia (PCM).

Skandal Najib

Pemerintahan  Perdana Menteri Najib Razak, selama ini diguncang akan dugaan keterlibatan dirinya dalam upaya penjarahan yayasan investasi negeri Malaysia yakni 1MDB (1Malaysia Development Berhad).

Akan tetapi dengan pembungkaman lawan-lawan politik dan juga peningkatan perekonomian domestik. Diperkirakan ia akan memenangkan masa jabatannya yang ketiga kalinya lewat pemilu pada tanggal 9 Mei yang akan datang.

Najib sendiri telah membubarkan parlemen pada hari Jumat, 6 April 2018 dan komisi pemilu setempat telah menentukan tanggal pemungutan suara yang sudah jatuh pada tanggal 9 Mei 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *