KPK Siapkan Sanksi Bagi Imam Nahrawi yang disebut Bawa Ponsel ke Rutan

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi terancam akan mendapatkan sanksi dari KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Sanksi bakal diberikan menyusul dugaan bahwa dirinya membawa ponsel ke dalam rutan (rumah tahanan).

Jika Benar Bawa Ponsel, Imam Nahrawi Dapat Sanksi dari KPK

“Misalnya demikian itu membawa alat komunikasi atau alat elektronik lain, itu ada larangannya dan sanksinya adalah berupa hukuman disiplin,” ungkap Juru Bicara KPK Bidang Penindakan, Ali Fikri, dikutip dari CNN Indonesia hari Rabu (11/3).

Ali juga menegaskan bahwa larangan membawa gawai itu sudah diatur, bahkan beserta sanksinya juga. Peraturan itu ada di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) tentang tata tertib lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan. “Rutan KPK juga menjatuhkan hukuman, dengan tak dapat menerima kunjungan dari keluarga selama satu bulan,” ungkap Ali lagi.

Sanksi itu, menurutnya, pernah juga diberlakukan pada tahanan kasus dugaan suap pengurusan impor bawang putih, Mirawati Basri yang mana terbukti membawa gawai togel ke rutan di mana ia dihukum.

Imam sendiri, sementara itu, kekeuh tak mengakui perbuatannya membawa gawai ke dalam rumah tahanannya. Jawaban tersebut diperoleh KPK setelah melakukan pemeriksaan pada Imam tentang ada salah satu foto yang terunggah di story aplikasi WhatsApp milik dirinya. Menurut Ali, KPK sudah menerjunkan tim yang berasal dari divisi forensic untuk memproses temuan gawai yang sudah dalam keadaan non-aktif itu.

“Dan tentu juga (tim) kemudian akan melakukan pemeriksaan pada terdakwa Imam Nahrawi,” imbuhnya lagi.

Ali juga membantah pihaknya telah kecolongan pada terjadinya peristiwa itu. Juru bicara dengan latar belakang jaksa ini mengklaim bahwa pengamanan sudah dikerjakan sesuai dengan standar operasional (SOP) yang berlaku dan sudah ditetapkan. “Itu tentunya di sana sudah ada pemeriksaan-pemeriksaan. Ada SOP, kemudian juga ada berlapis-lapis, baik itu pengunjung maupun terdakwa yang keluar masuk karena berobat dan persidangan,” katanya lagi.

Imam Nahrawai Bantah Ia Bawa Ponsel ke Rutan

Sedangkan saat dikonfirmasi apakah benar ia membawa gawai ke rutan, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia itu mengklaim dirinya tak pernah menyelundupkan handphone (HP) ke dalam selnya di Rutan Pomdam Jaya Guntur, Jakarta. Temuan HP di sel rutan itu terjadi ketika tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan sidak minggu lalu.

“Yang pasti (handphone) bukan lah milik saya,” kata Imam pada awak media, sebelum menjalani sidang tepatnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta tepatnya hari Rabu (11/3).

Imam namun enggan berbicara banyak tentang temuan ponsel tersebut. Ia meminta awak media untuk menunggu hasil pemeriksaan yang mana dilakukan oleh tim lembaga antisurah itu. Politikus PKB juga tidak ingin masalah ini jadi polemic. Terkait dengan unggahan story di WhatsApp milinya, ia hanya bisa menjawab berkukuh bahwa ia tak memmbawa HP ke dalam selnya dan tidak pernah mengunggah sesuatu lewat gawai yang disinyalir miliknya itu.

“Mkanya tunggu dulu saja, saya belum memberi statement apapun, kecuali (pernyataan bahwa handphone) itu bukan milik saya, yang kedua kita tunggu saja hasil dari KPK,” katanya lagi.

Tim KPK pasalnya menemukan sebuah HP di dalam sel Imam ketika pihaknya melakukan sidak pekan lalu setelah tersangka kasus suap dana hibah KONI tersebut kedapatan mengunggah foto di WhatsApp story miliknya. Namun lagi lagi, Imam membantah ponsel itu miliknya.