Bagaimana Nasib Film Black Widow Usai Avengers: Endgame?

Deskripsi singkat: Setelah film Avengers: Endgame film solo Black Widow diprediksi akan ceritakan masa lalu Black Widow.

Bagaimana Nasib Film Black Widow Usai Avengers: Endgame?

Setelah film Avengers: Endgame tayang, penonton dan pecinta film Marvel mulai mempertanyakan bagaimana kah nasib film Black Widow yang sudah digadang-dagang akan dijadikan solo? Film solo yang bercerita tentang sosok mata-mata cantik, Natasha Raomanoff yang diperankan oleh Scarlett Johansson ini disebut-sebut menjadi kandidat terkuat pembuka fase keempat dari MCU (Marvel Cinematic Universe).

Black Widow Jadi Pembuka Fase Keempat MCU

Sudah dipastikan dengan sangat kuat bahwa Black Widow akan menjadi salah satu sajian dari MCU yang siap dirilis pada tahun 2020 mendatang. Bahkan, film solo Natasha Romanoff ini pun disebut-sebut jadi kandidat terkuat pembuka fase keempat MCU selain Doctor Strange 2 dan The Eternals.

Bicara tentang Black Widow, sampai saat ini sayangnya Marvel sendiri masih belum mau membagikan detail tentang film yang akan dibintangi oleh Scarlett Johansson ini. Tentunya, hal ini tidak mengherankan karena Kevin Feige pernah mengklaim bahwasanya Marvel Studios tidak akan mengumumkan proyek apa saja yang ada kaitannya dengan fase keempat MCU sebelum film Spider-Man: Far from Home rilis.

Namun saat ini, penggemar nampaknya mulai menemukan titik terang dan titik temu dari togel sydney plot utama Black Widow ini yang pasalnya berkaitan dengan alur cerita yang ada di Avengers: Endgame yang diputar perdana pada tanggal 24 April 2019 lalu.

(Spoiler Alert)

untuk para penggemar yang sudah menonton film Avengers: Endgame tentu sudah tahu benar bahwa ada sejumlah karakter yang tewas di dalam film ini. Salah satunya adalah Black Widow atau Natasha Romanoff yang rela mengorbankan nyawanya hanya untuk mendapatkan Soul Stone di Vormir. Diketahui juga sebelmnya bahwa Thanos yang diperankan oleh Josh Brolin mengorbankan Gamora (Zoe Saldana) untuk bisa mendapatkan batu tersebut.

Nah, melihat fakta bahwa Black Widow ini dikisahkan tewas di film itu, nampaknya nanti film solo Black Widow ini akan mengupas masa lalunya. Bahkan di laporan sebelumnya menyebutkan jika film ini mengambil setting bahkan sebelum film Iron Man (2008) yang pertama.

Oleh sebab itu, bukan hal yang mustahil juga jika film solo Black Widow ini nantinya bakal mengisahkan mata-mata cantik ini dengan sepak terjangnya di KGB(Agen Intelijen Rusia) sampai akhirnya berada di S.H.I.E.L.D dan jadi bagian dari Avengers.

Sebelumnya, synopsis film Black Widow ini memang sudah sempat beredar luas di dunia maya. Tapi belum ada konfirmasi resmi dari manapun, baik dari pihak Marvel maupun pihak tim produksinya. Di dalam sinopsisnya itu, proyek ini supanya bakal jadi campuran dari beberapa kisah dan juga waktu yang berbeda di dalam kehidupan Natasha Romanoff.

“Pada saat kelahirannya, Black Widow (Natasha Romanoff) diberikan pada The KGB (Agen Intelijen Uni Soviet) yang melatihnya untuk jadi senjata pamungkasnya. Ketika U.S.S.R (Union of Soviet Socialist Republics) terpecah, kemudian pemerintah berusaha untuk membunuhnya,” begitu lah bunyi sinopsisnya.

“(Setting) film akhirnya pindah ke New York masa kini di mana ia (Natasha) menjadi agen freelance. Film ini akan mengisahkan kisah hidup Romanoff di Amerika Serikat 15 tahun setelah jatuhnya Uni Soviet.”

Sekarang ini diberitakan Black Widow sedang menjalani proses produksi. Proyek solo ini bakal mendapat label R-rated yang membuatnya menjadi film pertama milik MCU yang memiliki rating tersebut. Hal ini karena ada banyak adegan yang diwarnai kekerasan dan pertumpahan darah.

 

Dipastikan Stok Avtur Aman di Lebaran Akibat Konsumsi Turun

Deskripsi singkat: Karena tingginya harga tiket pesawat domestic,konsumsi avtur menurun sehingga membuat pasokan di lebaran 2019 aman.

Dipastikan Stok Avtur Aman di Lebaran Akibat Konsumsi Turun

PT Pertamina (Persero) menyebutkan bahwa rata-rata konsumsi harian avtur di tahun ini merosot sebanyak 12,8% dibandingkan denan periode yang sama tahun lalu. Hal tersebut pasalnya tidak terlepas dari frekuensi penerbangan yang mana berkurang karena harga tiket yang melambung tinggi.

Konsumsi Avtur Menurun Karena Berkurangnya Penerbangan

“Kita sama-sama ketahui dunia penerbangan kita pada awal 2019 ini secara frekuensi (penerbangan) menurun,” kata VP Pemasaran Aviasi Pertamina, Eldi Hendy, yang ditemui di konferensi pers hari Senin (29/4) ini di Jakarta/

Berdasarkan data dari Pertamina, rata-rata konsumsi avtur di tahun 2019 ini turun yaitu sekitar 12,8% apabila dibandingkan dengan togel sydney periode yang sama di tahun lalu. Dari kisaran 15.000 sampai dengan 15.500 kiloliter jadi hanya 13.000 sampai dengan 13.500 kiloliter.

Dengan penurunan penggunaan dan permintaan avtur terseburt maka membuat stor avtur pada periode puasa dan lebarang menjadi aman. Tahun ini, perseroan pasalnya ingin menjaga di kisaran 615.513 kl atau tahan untuk 48 hari lamanya. Rata-rata konsumsi avtur di periode itu diperkirakan akan menanjak sebanyak 8% yakni dari 13.414 di periode normal menjadi 14.524 kl.

VP Supply and Distributor Pertamina, Fariz Aziz melanjutkan bahwa kebutuhan avtur perseroan sejauh ini dipenuhi dari kilang di dalam negeri, di antaranya adalah dari kilang Balongan dan kilang Cilacap. Dengan begitu, tak ada kebutuhan impor guna memenuhi peningkatan konsumsi avtur pada periode lebaran tahun 2019 nanti. “Kilang-kilang kami bekerja secara maksimal,” pungkasnya.

Tiket Mahal Sebabkan Konsumsi Avtur di Kualanamu Turun 21%

Seperti yang disebutkan sebelumnya, tiket yang mahal menyebabkan konsumsi avtur menjadi lebih sedikit. Kenaikan harga pesawat domestic di Indonesia lah yang memberikan imbas pada avtur di Sumatra Bagian Utara (Sumbagut). Di Bandara Kualanamu, Deliserdang, misalnya. Ada kenaikan harga tiket domestic sehingga membuat konsumsi avtur di sana berkurang sampai dengan 21%banyaknya.

Roby Hervindo, selaku Unit Manager Communication and CSR Pertamina, menyatakan bahwa konsumsi avtur di periode Januari sampai Maret 2019 ini menunjukkan penurunan yang tinggi pada wilayah Sumbagut yang mana meliputi Riau, Sumatera Barat, Sumut dan Aceh. “Untuk wilayah Sumbagut konsumsi avtur turun sampai dengan 21,4% dibandingakan dengan periode yang sama tahun 2018 lalu. Dan untuk di Bandara Kualanamu, konsumsinya menurun sebanyak 21,1%,”ungkapnya di Medan, beberapa pekan lalu.

Penyebab turunnya konsumsi avtur ini menurutnya salah satunya disebabkan oleh imbas kenaikan harga tiket pesawat domestic yang terjadi sekitar tahun 2018 lalu. Padahal, menurutnya juga, sejak November dan Desember, diakui dirinya Pertamina sendiri telah melakukan penurunan harga avtur.

“Kami lihat segi konsumsinya sendiri berkurang artinya pesawat landing atau take off di Kualanamu berkurang frekuensi sehingga konsumsi avturnya turun. Jadi, sejak November 2018 lalu, konsumsi avtur sudah turun sebanyak 4 kali,”lanjutnya.

Penurunan ini secara keseluruhan terjadi khususnya di Kualanamu. Hal ini karena konsumsi avtur di bandara itu sangat tajam penurunannya. Tapi untuk angka penurunan, Roby tak mau dengan adanya alasan persaingan atau pun competitor. “Untuk avtur sebetulnya Pertamina sudah ada perjanjian dalam bentuk kontrak dengan maskapai. Sehingga, tidak terlalu berpengaruh dengan Pertamina,”pungkas Roby.

Memang beberapa waktu lalu public sempat complain pada pemerintah terkait dengan tingginya harga tiket pesawat domestic di Indonesia. Pemerintah berjanji untuk mengaturnya dengan maskapai-maskapai, namun sampai dengan saat ini harga tiket pesawat domestic masih tinggi.