Dipastikan Stok Avtur Aman di Lebaran Akibat Konsumsi Turun

Deskripsi singkat: Karena tingginya harga tiket pesawat domestic,konsumsi avtur menurun sehingga membuat pasokan di lebaran 2019 aman.

Dipastikan Stok Avtur Aman di Lebaran Akibat Konsumsi Turun

PT Pertamina (Persero) menyebutkan bahwa rata-rata konsumsi harian avtur di tahun ini merosot sebanyak 12,8% dibandingkan denan periode yang sama tahun lalu. Hal tersebut pasalnya tidak terlepas dari frekuensi penerbangan yang mana berkurang karena harga tiket yang melambung tinggi.

Konsumsi Avtur Menurun Karena Berkurangnya Penerbangan

“Kita sama-sama ketahui dunia penerbangan kita pada awal 2019 ini secara frekuensi (penerbangan) menurun,” kata VP Pemasaran Aviasi Pertamina, Eldi Hendy, yang ditemui di konferensi pers hari Senin (29/4) ini di Jakarta/

Berdasarkan data dari Pertamina, rata-rata konsumsi avtur di tahun 2019 ini turun yaitu sekitar 12,8% apabila dibandingkan dengan togel sydney periode yang sama di tahun lalu. Dari kisaran 15.000 sampai dengan 15.500 kiloliter jadi hanya 13.000 sampai dengan 13.500 kiloliter.

Dengan penurunan penggunaan dan permintaan avtur terseburt maka membuat stor avtur pada periode puasa dan lebarang menjadi aman. Tahun ini, perseroan pasalnya ingin menjaga di kisaran 615.513 kl atau tahan untuk 48 hari lamanya. Rata-rata konsumsi avtur di periode itu diperkirakan akan menanjak sebanyak 8% yakni dari 13.414 di periode normal menjadi 14.524 kl.

VP Supply and Distributor Pertamina, Fariz Aziz melanjutkan bahwa kebutuhan avtur perseroan sejauh ini dipenuhi dari kilang di dalam negeri, di antaranya adalah dari kilang Balongan dan kilang Cilacap. Dengan begitu, tak ada kebutuhan impor guna memenuhi peningkatan konsumsi avtur pada periode lebaran tahun 2019 nanti. “Kilang-kilang kami bekerja secara maksimal,” pungkasnya.

Tiket Mahal Sebabkan Konsumsi Avtur di Kualanamu Turun 21%

Seperti yang disebutkan sebelumnya, tiket yang mahal menyebabkan konsumsi avtur menjadi lebih sedikit. Kenaikan harga pesawat domestic di Indonesia lah yang memberikan imbas pada avtur di Sumatra Bagian Utara (Sumbagut). Di Bandara Kualanamu, Deliserdang, misalnya. Ada kenaikan harga tiket domestic sehingga membuat konsumsi avtur di sana berkurang sampai dengan 21%banyaknya.

Roby Hervindo, selaku Unit Manager Communication and CSR Pertamina, menyatakan bahwa konsumsi avtur di periode Januari sampai Maret 2019 ini menunjukkan penurunan yang tinggi pada wilayah Sumbagut yang mana meliputi Riau, Sumatera Barat, Sumut dan Aceh. “Untuk wilayah Sumbagut konsumsi avtur turun sampai dengan 21,4% dibandingakan dengan periode yang sama tahun 2018 lalu. Dan untuk di Bandara Kualanamu, konsumsinya menurun sebanyak 21,1%,”ungkapnya di Medan, beberapa pekan lalu.

Penyebab turunnya konsumsi avtur ini menurutnya salah satunya disebabkan oleh imbas kenaikan harga tiket pesawat domestic yang terjadi sekitar tahun 2018 lalu. Padahal, menurutnya juga, sejak November dan Desember, diakui dirinya Pertamina sendiri telah melakukan penurunan harga avtur.

“Kami lihat segi konsumsinya sendiri berkurang artinya pesawat landing atau take off di Kualanamu berkurang frekuensi sehingga konsumsi avturnya turun. Jadi, sejak November 2018 lalu, konsumsi avtur sudah turun sebanyak 4 kali,”lanjutnya.

Penurunan ini secara keseluruhan terjadi khususnya di Kualanamu. Hal ini karena konsumsi avtur di bandara itu sangat tajam penurunannya. Tapi untuk angka penurunan, Roby tak mau dengan adanya alasan persaingan atau pun competitor. “Untuk avtur sebetulnya Pertamina sudah ada perjanjian dalam bentuk kontrak dengan maskapai. Sehingga, tidak terlalu berpengaruh dengan Pertamina,”pungkas Roby.

Memang beberapa waktu lalu public sempat complain pada pemerintah terkait dengan tingginya harga tiket pesawat domestic di Indonesia. Pemerintah berjanji untuk mengaturnya dengan maskapai-maskapai, namun sampai dengan saat ini harga tiket pesawat domestic masih tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *